Amanat pada Upacara HUT Ke-65 TNI

AMANAT
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA
UPACARA HARI ULANG TAHUN KE-65
TENTARA NASIONAL INDONESIA (TNI)

Jakarta, 5 Oktober 2010

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam sejahtera bagi kita semua,
Para Perwira, Bintara, dan Tamtama Tentara Nasional Indonesia yang saya cintai dan saya banggakan,
Hadirin sekalian yang saya muliakan.

Hari ini, dengan rasa syukur dan bahagia, kita kembali memperingati Hari Kelahiran Tentara Nasional Indonesia. Pada kesempatan yang bersejarah ini, saya mengajak hadirin sekalian untuk sejenak menundukkan kepala, mengenang dan menyampaikan rasa hormat yang setinggi-tingginya, kepada kepada para pejuang, para pahlawan bangsa serta para prajurit TNI, yang telah gugur mendahului kita. Para pejuang pendahulu kita, dengan kecintaan dan pengabdian yang tulus kepada bangsa dan negara, telah rela berkorban jiwa dan raga, untuk mempertahankan dan mengawal tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kita juga bersyukur, dalam usianya yang ke-65 tahun ini, TNI tampil dengan postur yang makin profesional. TNI makin berkemampuan untuk menjalankan tugas dan pengabdiannya dalam mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan serta kedaulatan NKRI. Sang Merah Putih terus berkibar di seluruh penjuru tanah air yang kita cintai.

Pada kesempatan yang membahagiakan ini, atas nama bangsa dan negara, saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit TNI, yang dengan penuh disiplin, dedikasi dan loyalitas yang tinggi, telah memberikan pengabdian terbaiknya kepada rakyat, bangsa dan negara.

Hadirin sekalian yang saya hormati.
Saat ini, kita telah memasuki era baru dalam sejarah bangsa kita, yaitu era Reformasi dan Pembangunan Bangsa setelah kita mengalami krisis besar lebih dari satu dasawarsa yang lalu. Kini, dengan semangat baru, kita kembali melanjutkan pembangunan bangsa menuju Indonesia yang maju, bermartabat dan sejahtera di Abad 21. Indonesia masa depan yang kita cita-citakan ini insya Allah akan terwujud, jika kita semua sungguh bersatu dan bekerja makin keras.

Saudara-saudara,
Kita telah menetapkan 3 agenda utama dalam pembangunan nasional dewasa ini, yaitu pembangunan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, pematangan kehidupan demokrasi yang bermartabat, dan penguatan tegaknya hukum dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kesemua agenda dan gerak pembangunan bangsa ini tetap bertumpu pada 4 pilar utama kehidupan bangsa, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Sebagaimana kita ketahui bersama, pembangunan nasional yang tengah kita lakukan ini akan berhasil, jika kita mampu menjaga stabilitas politik dan keamanan dalam negeri kita, termasuk kohesi dan kerukunan sosial kita. Dalam Era Demokrasi dan Reformasi, sebagaimana pula yang terjadi di negara-negara demokrasi lain di dunia ini, stabilitas politik dan keamanan dalam negeri, termasuk keamanan dan ketertiban publik, mutlak diperlukan.

Akhir-akhir ini kita kembali menghadapi sejumlah gangguan keamanan, yaitu aksi-aksi kelompok teroris dan benturan fisik antar masyarakat di berbagai daerah. Benturan fisik antar komponen masyarakat sesungguhnya dapat dicegah. Perselisihan antar kelompok masyarakat mestilah dicarikan solusinya secara damai. Oleh karena itu, saya meminta kepada jajaran Pemerintah Daerah, bersama Kepolisian, untuk bersikap dan bertindak proaktif, dengan menggunakan pendekatan dan cara yang efektif untuk mencegah dan mengatasi gangguan-gangguan sosial dan keamanan itu.

Kita harus memastikan, bahwa hukum di negeri ini tetap berdiri tegak, untuk mengayomi dan melindungi masyarakat. Tidak boleh ada sekelompok orang atau sekelompok masa yang dengan mudahnya membuat kerusuhan, keonaran, dan memaksakan kehendaknya dengan kekerasan pada pihak lain, bahkan penyerangan terhadap aparat negara.

Saya juga ingin menggarisbawahi pentingnya kita melakukan langkah-langkah strategis dan operasional, untuk menghentikan aksi-aksi terorisme di tanah air kita. Ingin saya tegaskan sekali lagi, bahwa negara tidak boleh kalah, dan harus menang melawan terorisme. Terorisme adalah musuh negara, musuh kita bersama.

Ke depan ini, saya meminta agar Polri dan TNI, dapat makin bersinergi dalam menanggulangi aksi-aksi terorisme di negeri kita. Pada saat yang diperlukan, TNI dengan tugas dan kewenangan yang diberikan oleh Undang-Undang, harus mendukung Polri untuk menanggulangi aksi-aksi terorisme ini. Dalam kaitan itu semua, pada kesempatan yang baik ini, saya instruksikan kepada segenap aparatur pemerintahan di daerah, dengan melibatkan para tokoh masyarakat, bersama Polri dan Komando Teritorial TNI, untuk berperan aktif dalam menjaga kondisi keamanan di daerah saudara. Di samping itu, kesiagaan dan tindakan cepat jajaran Polri dan TNI di seluruh penjuru tanah air juga sangat diperlukan.

Para prajurit TNI yang saya banggakan.
Hadirin sekalian yang saya hormati.
Sesuai dengan amanat konstitusi, TNI mengemban tugas yang tidak ringan namun mulia, yaitu mempertahankan, melindungi dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara. Menjaga kedaulatan dan keutuhan negara, termasuk menghadapi ancaman terhadapnya, dapat ditempuh dengan berbagai cara, mulai dari yang persuasif sampai kepada yang koersif, serta mulai dari penyelesaian politik dan diplomasi sampai kepada perang. Sebagai bangsa yang berdaulat, kita harus bisa melakukan semuanya itu. Dan, TNI sebagai garda terdepan pertahanan negara, harus senantiasa siap untuk mengemban tugas-tugas negara itu, manakala solusi militer yang harus kita tempuh.

Meskipun perang adalah jalan dan pilihan terakhir, setelah segala daya dan cara lain mengalami jalan buntu, sebagai bangsa yang besar kita harus memiliki kekuatan pertahanan yang kuat dan kredibel. Kita memerlukan kekuatan militer yang cukup, dengan postur yang tangguh. Diperlukan tentara yang terlatih dengan kekuatan persenjataan yang modern, serta senantiasa siap mengemban tugas. Diperlukan pula pengembangan kekuatan dan modernisasi persenjataan, atau Alutsista TNI, secara berkelanjutan.

Alutsista angkatan darat, angkatan laut dan angkatan udara, kita harapkan dapat makin kita lengkapi. Kita ingin di tahun-tahun mendatang lebih banyak lagi pesawat tempur yang mengudara di atas wilayah Indonesia. Kita ingin lebih banyak lagi armada kapal perang yang menjaga kedaulatan laut kita yang membentang luas dari Aceh sampai Papua. Dan kita juga ingin lebih banyak lagi satuan tempur darat yang terlatih baik dan profesional, serta siap dikerahkan kemanapun dan kapanpun, untuk mengemban tugas-tugas negara.

Berkaitan dengan pembangunan kekuatan dan modernisasi Alutsista TNI ini, Pemerintah dengan dukungan DPR RI, telah bersepakat untuk mengalokasikan anggaran yang lebih besar bagi sektor pertahanan, tanpa mengabaikan dan mengorbankan kepentingan untuk terus meningkatkan kesejahteraan rakyat kita.

Oleh karena itu, saya instruksikan kepada para pimpinan di jajaran Kementerian Pertahanan dan jajaran TNI, untuk menyusun rencana strategis pembangunan kekuatan pertahanan kita, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan APBN, dengan kerangka waktu, time line, yang dipercepat serta, dengan sasaran yang tepat pula. Saya berharap, dengan kemampuan keuangan negara yang lebih baik dewasa ini, dalam satu dasawarsa ke depan, kita dapat mewujudkan postur pertahanan yang makin kuat dan mencukupi, atau yang kita kenal dengan—minimum essensial force.

Hadirin sekalian yang saya hormati.
Sebagai manifestasi dari peran internasional Indonesia, TNI mengemban tugas sebagai pasukan pemelihara perdamaian di berbagai wilayah konflik di dunia, dan melakukan kerjasama militer dengan negara-negara sahabat. Kerjasama dengan negara-negara sahabat, harus terus kita lanjutkan. Penciptaan dan pemeliharaan kawasan yang aman, damai dan stabil, juga harus kita wujudkan.

Di kawasan Asia Tenggara, kita bersama bangsa-bangsa ASEAN lainnya, sepakat mewujudkan Komunitas ASEAN, ASEAN Community, termasuk didalamnya Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN, Asean Politico-Security Community, yang sesungguhnya digagas oleh Indonesia. Sebagai salah satu dari tiga pilar Komunitas ASEAN, Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN dibangun berdasarkan pada hubungan persahabatan, dengan kepentingan dan misi utama untuk mencegah konflik, menyelesaikan konflik manakala konflik ini tetap terjadi, dan membangun perdamaian pasca konflik di antara anggota ASEAN. Melalui Komunitas Politik dan Keamanan, Indonesia dan juga negara-negara ASEAN, bertekad untuk menyelesaikan segala permasalahan secara damai, dengan mengkedepankan upaya politik dan diplomasi.

Saudara-saudara,
Sesuai dengan amanah konstitusi, kita harus senantiasa berperan dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban dunia. Menghadapi situasi dunia yang tetap penuh dengan konflik dan benturan kepentingan dewasa ini, Indonesia senantiasa menyerukan penggunaan soft power dan pendekatan diplomasi, dalam mengatasi konflik-konflik internasional itu. Dalam kaitan ini, Indonesia akan terus berkontribusi dan meningkatkan peran dalam penyelesaian konflik antar bangsa, dengan antara lain, melalui misi pemeliharaan perdamaian, Peace Keeping Mission, di bawah bendera PBB. Dalam kaitan ini, TNI harus memiliki kemampuan dan profesionalitas yang tinggi dalam pelaksanaan Misi Pemeliharaan Perdamaian, dan harus memiliki kesiagaan yang tinggi pula, untuk setiap saat dapat dikerahkan ke daerah operasi di belahan bumi manapun.

Karena itulah, saya instruksikan kepada Menteri Pertahanan dan Panglima TNI, untuk segera menyelesaikan pembangunan pusat pelatihan Pasukan Pemelihara Perdamaian. Peace Keeping Center, dengan kehadiran satuan yang senantiasa siaga, Stand by Force. Pusat pelatihan ini saya minta juga digunakan untuk latihan lawan terorisme, serta latihan untuk operasi tanggap darurat menghadapi bencana alam.

Para prajurit TNI yang saya cintai dan saya banggakan.
Hadirin sekalian yang saya hormati,
Sama pentingnya dengan apa yang saya kemukakan tadi adalah peningkatan kesejahteraan prajurit TNI. Saya ingin mengulangi lagi, bahwa ada dua aspek penting dalam kehidupan militer. Yang pertama, tugas pokok dapat dilaksanakan dengan sukses; dan, yang kedua, kesejahteraan prajurit dapat dipenuhi dengan baik.

Dengan kemampuan yang dimiliki Negara saat ini, pemerintah telah dan akan terus meningkatkan kesejahteraan prajurit dan keluarganya. Peningkatan kesejahteraan prajurit ini, kita lakukan sejalan dengan peningkatan kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil, guru dan abdi negara lainnya, serta sejalan pula dengan upaya peningkatan kesejahteraan rakyat kita secara keseluruhan.

Pada kesempatan yang baik ini, saya instruksikan kepada Menteri Keuangan, Menteri Pertahanan dan Panglima TNI untuk menyusun kebijakan pemberian kesejahteraan bagi prajurit TNI, yang selaras dengan tugas dan tanggungjawab yang diembannya. Berikan insentif bagi para prajurit yang bertugas di daerah perbatasan, daerah terpencil dan pulau-pulau terdepan di negeri ini.

Saya juga meminta, untuk disusun kebijakan dan program pembangunan perumahan dinas di jajaran TNI, kemudian kebijakan dan program itu sungguh-sungguh dilaksanakan. Ketersedian rumah dinas sangat penting bagi kesiagaan para Perwira, Bintara dan Tamtama dalam menjalankan tugasnya.

Saya berharap agar program Tabungan Wajib Perumahan (TWP) untuk pengadaan perumahan pribadi bagi prajurit TNI, dapat dilanjutkan dan dikelola dengan baik. Yakinkan para prajurit dapat mengangsur rumah pribadinya, agar kelak saat memasuki usia pensiun para prajurit TNI dapat memiliki rumah sendiri yang layak, serta sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.

Akhirnya, kepada seluruh prajurit TNI dimanapun bertugas dan berada, saya ucapkan selamat bertugas. Pegang teguh amanat Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Berikan pengabdian yang terbaik kepada rakyat, bangsa dan negara tercinta. Jadilah tentara rakyat dan tentara pejuang yang profesional, yang selalu menjadi dambaan serta kebanggaan seluruh warga bangsa.

Terima kasih.
Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia!
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(Sumber: http://www.presidenri.go.id)