Misi Budaya KRI KRI Dewaruci Pesona Kota Volos Yunani

London, 13/5 (ANTARA) – Kehadiran KRI Dewaruci dari jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) di Teluk Pagasitikos, Kota Volos, Yunani, mendapat sambutan luar biasa dan hangat dari warga setempat serta mendapat liputan luas dari media massa setempat.

Berbagai lapisan masyarakat dan kalangan pelajar berbondong-bondong melihat kapal yang masih tampak gagah dan terawat yang didekorasi dengan menarik pada saat acara “open house” yang digelar KRI Dewaruci sejak kedatangannya 8 Mei lalu, ujar juru bicara KBRI Athena, Widya Sinedu kepada koresponden ANTARA London, Kamis.

Dikatakannya, decak kagum para pengunjung pun dilontarkan saat menyaksikan atraksi para awak kapal Dewaruci yang tidak hanya tangguh sebagai prajurit AL tetapi juga piawai dalam menampilkan misi kebudayaan.
Berbagai pertunjukan kesenian digelar di atas kapal seperti tari Perang (Papua), Tari Rantak/Silat (Sumbar), Tari Badindin/Indang (Sumbar), Reog Ponorogo (Jatim) dan Rampak Gendang (Jabar).

Suasana menjadi semakin meriah saat pengunjung dipandu oleh para awak kapal ikut membawakan Tari Poco-Poco/Komando diiringi oleh band para awak KRI Dewaruci yang menampilkan lagu-lagu daerah dan lagu-lagu asal Yunani.

Para pengunjung juga dimanjakan dengan sajian berbagai aneka masakan khas Indonesia seperti sate, nasi goreng, mie goreng, bakso, gado-gado, dan aneka kerupuk.

KBRI Athena ikut memeriahkan kunjungan muhibah KRI Dewaruci dengan melakukan promosi pariwisata melalui penyebaran brosur wisata dan melakukan kampanye dalam rangka mengajak masyarakat setempat untuk “vote for komodo island for new seven wonders.”
Untuk melepaskan kepenatan selama pelayaran berhari-hari, KRI Dewaruci yang diawaki 81 orang mengikuti berbagai kegiatan yang disiapkan panitia, antara lain lomba olah raga, parade di pusat kota Volos.

Awak Dewaruci menampilkan marching band dengan lagu-lagu Indonesia dan internasional serta tarian Reog Ponorogo yang mendapatkan penghargaan sebagai “The Best Ship in Crew Parade”.

Selain menjadi peserta parade terbaik, KRI Dewaruci menyabet penghargaan “The Furthest Distance” yang merupakan peserta terjauh.

Para awak kapal juga mengikuti kunjungan budaya ke tempat peninggalan sejarah arkeologi, serta ke kawasan Pelion, tempat para centaurs, makhluk setengah manusia dan setengah kuda dalam mitologi Yunani, hidup dan desa Makrinitsa yang terkenal dengan rumah-rumah beratapkan batu.

Kunjungan KRI Dewaruci dengan komandan Letkol Laut (P) Suharto La Djide ke Pelabuhan Volos Yunani, dilakukan dalam rangka mengikuti kegiatan internasional “The Historical Seas Tall Ships Regatta 2010″ pada 12 Mei-4 Juni dengan mengambil start di kota Volos (Yunani), menuju Varna (Bulgaria), Istanbul (Turki) dan berakhir di kota Lavrion (Yunani).

Rute ini merupakan rute yang sama seperti yang dilakukan oleh Argo” – kapal penjelajah yang dikemudikan Jason, yang kerap muncul dalam mitologi Yunani (1500 SM).

Upacara pembukaan dilakukan ketua Sailing Training Internasional, Robin Snouck Hurgronje dan Walikota Volos, Alekos Voulgaris.

Pembukaan diisi dengan acara peresmian remake kapal Argo yang akan memandu 22 kapal peserta lainnya dari 19 negara dalam memulai Regatta.

Dalam persinggahannya di Volos, Komandan KRI Dewaruci, Letkol (P) Suharto beserta Duta Besar RI untuk Yunani, Ahmad Rusdi, mengadakan pertemuan dengan Kepala Otoritas Pelabuhan Volos, Captain Thodoros Kliaris dan Walikota Volos Alekos Voulgaris memperkenalkan KRI Dewaruci sekaligus bertukar pandangan mengenai perkembangan di sektor perkapalan dan budaya maritim negara masing-masing.

Partisipasi KRI Dewaruci sangat diapresiasi oleh pihak panitia mengingat jauhnya jarak Indonesia-Yunani, dengan kondisi geografis yang sama-sama sebagai negara kepulauan.

Walikota Volos, Alekos Voulgaris, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas partisipasi KRI Dewaruci pada kegiatan tersebut yang diharapkan dapat pula memperluas wawasan masyarakat setempat mengenai Indonesia.

Sementara itu, Dubes RI Ahmad Rusdi yang secara khusus diwawancara TV Yunani menyampaikan apresiasi atas bantuan pemerintah setempat yang telah memfasilitasi kedatangan KRI Dewaruci serta mengharapkan agar kegiatan ini dapat berlanjut untuk meningkatkan misi persahabatan dan kerja sama budaya kedua negara.

Upacara penglepasan sekaligus dimulainya lomba “Historical Seas Regatta” dilaksanakan pada 12 Mei dengan start di pulau Skopelos, yang terkenal sebagai lokasi pembuatan film “Mammamia”.

Para peserta dipandu keluar Volos menuju pulau Skopelos oleh kapal Argo yang didayung 40 orang ?Argonauts? seperti pada 1500 tahun lalu.

Dari pulau Skopelos, peserta akan berlomba etape I mencapai kota Varna (Bulgaria) dan etape II dengan titik persinggahan di kota Istanbul (Turki) sebelum finish di kota Lavrion, Yunani.

Dalam upacara penglepasan tersebut, para awak kapal menampilkan atraksi yang menjadi ciri khas KRI Dewaruci yaitu secara serentak menaiki tiang-tiang kapal dan melambaikan tangan perpisahan kepada pengunjung.

Aksi berani tersebut mendapat pujian dan tepukan tangan kagum oleh wali kota dan masyarakat Volos yang secara khusus datang untuk melepas KRI Dewaruci.

KRI Dewaruci selanjutnya akan mengikuti beberapa kegiatan kejuaraan lomba layar bergengsi tingkat internasional yaitu “The Tall Ships Race 2010” dengan rute Belgia-Denmark-Norwegia-Inggris dari 13 Juli hingga 7 Agustus mendatang.

Selain itu festival Sail Amsterdam di Belanda (19-23 Agustus) dan Sail Bremerhaven 2010 di Jerman (25-29 Agustus). Pada 8-13 September, KRI Dewaruci akan mengikuti “Festival Internationale Mediterraneo e Velieri” di Cagliari (Italia).

Secara keseluruhan, pelayaran KRI Dewaruci akan menempuh jarak 24.676 mil laut (45.650 km) dan berlangsung selama 9 bulan serta menyinggahi 25 negara.

KRI Dewaruci yang merupakan kapal tipe Barquentin dibuat tahun 1952 oleh H.C. Stulchen & Sohn Hamburg, Jerman Barat, dan pertama kali diluncurkan 24 Januari 1953.

Kapal yang dilengkapi sistem navigasi dan komputer canggih ini memiliki panjang total 58,30m, lebar lambung 9,50m, draft 4,50 m dan bobot mati 847 ton.

KRI Dewaruci yang memiliki tiga tiang utama dengan 16 layar dengan luas layar total 1091, menggunakan mesin 986 PK Diesel sebagai alat gerak dengan satu propeler berdaun empat. Kecepatan penuh 10,5 knot dengan mesin dan 9 knot dengan layar.

(T-ZG/B/M016)