Partisipasi Indonesia pada Pameran Internasional Thessaloniki di Yunani


“Indonesia…, poli orea”, dalam bahasa Indonesia berarti sangat cantik, demikian salah satu komentar dari pengunjung stand Indonesia pada the 77th Thessaloniki International Fair asal Yunani. Pengunjung lain juga menyatakan kekagumannya atas Indonesia dan berminat mengunjungi Indonesia. Mereka bahkan menyampaikan bahwa Indonesia dan Yunani memiliki banyak kesamaan bahkan nama Indonesia berasal dari bahasa Yunani Indo dan nesia (yang berarti pulau).

Pameran Thessaloniki International Fair diselenggarakan di International Exhibition Centre, Thessaloniki pada tanggal 8-16 September 2012. Pada Pameran Thessaloniki International Fair kali ini, partisipasi Indonesia diwakili oleh stand KBRI Athena. Menurunnya perekonomian Yunani akibat krisis ekonomi menjadi salah satu penyebab ketidakhadiran pengusaha Indonesia pada Thessaloniki International Fair tahun ini. Namun demikian, stand KBRI Athena menjadi salah satu stand yang banyak dikunjungi dan menjadi pengobat rindu akan produk-produk Indonesia setelah pada tahun 2011 Indonesia absen dari pameran ini.

The 77th Thessaloniki International Fair dibuka secara resemi oleh Perdana Menteri Yunani, Mr. Antonis Samaras pada tanggal 8 September 2012. Dalam pidatonya, Mr, Samaras menyampaikan perkembangan situasi dalam negeri dan situasi perekonomian Yunani. Saat ini Pemerintah Yunani tengah berupaya untuk menanggulangi pengangguran dan tengah menunggu guliran dana talangan yang nantinya akan dipakai juga untuk membantu perusahaan-perusahaan Yunani untuk kembali bangkit dari krisis. Mr. Samaras juga menekankan bahwa Yunani akan tetap berada di Euro zone. Sebagai upaya untuk menghidupkan kembali bisnis di Yunani, Mr. Samaras berjanji akan mengadakan pertemuan dengan pihak Chamber of Commerce di seluruh Yunani untuk mengetahui permasalahan yang terjadi di lapangan.

Menurut KUAI RI Athena, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini KBRI Athena membuka stand di area exhibition. KBRI Athena memfokuskan diri pada upaya promosi produk Indonesia dan investasi di Indonesia dengan sasaran para importir dan investor dari Yunani maupun dari negara-negara lain yang mengunjungi pameran. Upaya ini dilakukan dengan menampilkan berbagai contoh produk Indonesia dari pengrajin di daerah antara lain Sulawesi Selatan dan Jogjakarta seperti kain batik, vas bunga, lampu meja, kerajinan perak seperti wayang dan miniature becak dari perak, perhiasan perak dan produk kopi kualitas ekspor expresso dan kapal api yang dikirimkan oleh PT. Kapal Api. KBRI juga membagikan katalog dan contact person perusahaan-perusahaan pengekspor kerajinan dimaksud agar para importir yang berminat dapat menghubungi contact person dimaksud. Banyak pengunjung tertarik untuk membeli produk-produk yang dipamerkan namun karena stand Indonesia tidak berada pada area retail maka barang-barang tersebut tidak dijual. Untuk mendapatkannya, pengunjung yang berminat dapat menghubungi contact person yang disediakan oleh KBRI.

Sebagai upaya mempromosikan Indonesia KBRI juga menampilkan video mengenai keindahan alam dan keragaman budaya Indonesia. Khusus untuk event promosi produk ekspor yang akan diselenggarakan di Indonesia yaitu 27th Trade Expo Indonesia, KBRI telah membagikan brosur dan memberikan informasi mengenai rencana penyelenggaraan tersebut. KBRI juga membagikan brosur untuk mempromosikan investasi di Indonesia. KBRI memberikan layanan tanya jawab kepada pengunjung yang menginginkan informasi mengenai cara-cara berinvestasi di Indonesia, membeli produk Indonesia dan berwisata ke Indonesia. Dalam pameran ini, beberapa negara lain juga berpartisipasi pada pameran Thessaloniki Fair seperti Perancis, Italia, Hungaria, Brasil, Siprus, Polandia, Afrika Selatan dan Taiwan. Sementara itu, area retail didominasi oleh pedagang dari Yunani, Siprus, Pakistan, Mesir dan India.

Stand Indonesia pada pameran Thessaloniki International Fair juga menarik kalangan media di Yunani. Stasiun TV Yunani ET3 yang mengudara secara nasional telah mengadakan liputan khusus tentang stand Indonesia dan substansi dari promosi Indonesia kali ini. Beberapa pejabat dan Duta Besar negara sahabat juga mengunjungi stand Indonesia seperti Presiden Badan Statistik Yunani (ELSTAT), Duta Besar Afrika Selatan dan Duta Besar Filipina.

Di tengah lesunya perekonomian Yunani, Pemerintah Yunani berupaya untuk meggiatkan perdagangan Negara tersebut dengan tetap menyelenggarakan pameran Thessaloniki International Fair yang merupakan pameran dagang terbesar di Yunani. Pameran ini ditujukan sebagai sarana menjangkau pasar Eropa khususnya negara-negara Balkan. Dengan mengusung tema “Moving Forward” pihak penyelenggara berharap agar event dapat menjadi ajang untuk meningkatkan daya saing kalangan bisnis ditengah krisis ekonomi dan keuangan yang tengah terjadi. (Sumber KBRI Athena).