RESEPSI DIPLOMATIK KBRI ATHENA

resepsi 68 pidato 2

Berlatar belakang sketsel tradisional dengan berbagai motif batik, Duta Besar RI untuk Yunani, Benny Bahanadewa dan istri menyambut para tamu yang datang di acara Resepsi Diplomatik pada 12 September 2013 di Hotel Grand Bretagne, Athena. Kepala Protokol Negara Yunani yang mewakili pemerintah Yunani dan sekitar 250 undangan dari kalangan pemerintahan, para Duta Besar dan kalangan diplomatik di Athena, pengusaha, pemuka masyarakat dan Friends of Indonesia tampak memenuhi ruang Grand Ballroom yang telah berulang kali menjadi tempat penyelenggaraan acara-acara penting dunia.

Rangkaian acara Resepsi Diplomatik KBRI Athena adalah sambutan dari Duta Besar RI, dilanjutkan dengan ramah tamah sambil menikmati hidangan santap malam dan dihibur dengan tarian tradisional Indonesia.

Dalam sambutannya, Duta Besar RI untuk Yunani menyampaikan secara singkat mengenai kemajuan yang telah dicapai oleh Indonesia terutama sejak 15 tahun yang lalu, setelah mengalami reformasi sistem politik dan ekonomi nasional. Selain menjadi salah satu negara demokrasi terbesar di dunia, Indonesia juga berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi yang menghantarkan Indonesia menjadi salah satu negara G-20 dan termasuk dalam negara “Growth Market”. Indonesia juga merupakan negara dengan jumlah penduduk kelas menengah tertinggi di kawasan dan ketiga di dunia. Namun di balik keberhasilan tersebut Indonesia memasih mempunyai pekerjaan rumah seperti pelaksanaan demokrasi di semua tingkat, pengurangan angka kemiskinan dan pemberantasan korupsi.

Di tataran hubungan bilateral kedua negara, Duta Besar RI menyampaikan bahwa Indonesia dan Yunani memiliki kerjasama yang erat dan terus berkembang dalam bidang politik, antar parlemen, ekonomi, perdagangan dan industri. Selain itu kedua negara memiliki banyak persamaan seperti keduanya adalah negara kepulauan, memiliki banyak peninggalan bersejarah dan situs arkeologi, serta merupakan pusat pariwisata, sehingga kesamaan ini dapat diolah dan dikembangkan demi kepentingan bersama. Dalam upaya peningkatan people-to-people contact, kedua negara telah saling mengirimkan misi budaya selama beberapa tahun terakhir.

Penyelenggaraan resepsi diplomatik dalam rangka peringatan HUT RI ke-68 ini, dijadikan oleh KBRI Athena sebagai ajang promosi budaya dan kuliner sekaligus perluasan jejaring di kalangan diplomatik maupun kalangan pejabat di Pemerintahan negara Yunani. Untuk promosi budaya, selain sketsel batik, KBRI Athena menempatkan berbagai ornamen bernuansa Indonesia sebagai dekorasi pendukung seperti payung Tradisional Sunda dan koleksi wayang Golek, diintegrasikan dengan dekorasi ruangan yang berhiaskan lampu kristal dan barang-barang antik dari rumah lelang Christie’s and Sotheby’s yang menghiasi ruang resepsi.

Untuk lebih menunjang atmosfer Indonesia, para tamu undangan dijamu dengan masakan Indonesia seperti nasi goreng, sate ayam dan lumpia Semarang, yang dimasak khusus oleh juru masak Wisma Duta. Penataan makanan di gubuk-gubuk tradisional Indonesia, menambah kental atmosfer Indonesia pada malam tersebut.

Perayaan resepsi diplomatik kali ini juga dipadukan dengan penampilan tarian tradisional Indonesia yang dibawakan oleh para penari binaan KBRI Athena. Tarian yang ditampilkan yaitu tari Merak, Goyang-goyang dan Piring berhasil menghibur para tamu yang hadir.

Secara umum, perpaduan dekorasi ruangan a la Indonesia, kuliner nusantara, tampilan tarian tradisional dan gending Jawa yang mengalun sepanjang acara berlangsung, membuat para tamu enggan beranjak untuk meninggalkan ruangan hingga acara berakhir pada pukul 22.00.

(Sumber : KBRI Athena)