Seremoni Pernikahan Tradisional Indonesia Memukau di Athena

Athena – Bangsa Indonesia dikaruniai kekayaan kebudayaan tak terpemanai, salah satunya adat pernikahan. Dua seremoni pernikahan adat Sunda dan Bangka digelar di Athena dan mendapat sambutan luarbiasa.

Pagelaran seremoni pernikahan adat Sunda dan Bangka itu berlangsung dalam acara Indonesian Traditional Wedding Festival di Hotel Divani Caravel, Athena, disaksikan 500 tamu undangan terdiri dari para istri Duta Besar negara asing di Athena, anggota Women International Club (WIC), isteri para pejabat setempat, pengusaha dan para tamu lainnya, Rabu (26/5/2010).

“Kegiatan ini sebagai sarana efektif untuk memperkenalkan seni budaya Indonesia, menjalin persahabatan antara masyarakat Indonesia dan Yunani, juga untuk meningkatkan promosi pariwisata Indonesia yang beragam,” ujar Dubes RI untuk Republik Yunani Ahmad Rusdi dalam pidato sambutannya.

Menurut Rusdi, seperti ditunjukkan dalam keragaman prosesi dan adat pernikahan Sunda dan Bangka, seperti itulah bangsa Indonesia terbiasa dengan perbedaan suku, adat istiadat, yang terbingkai indah dalam Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi satu jua.

“Bangsa Indonesia adalah bangsa cinta damai, menjunjung tinggi toleransi dan terbuka, sehingga lebih mudah untuk berinteraksi dan dikenal oleh bangsa lainnya,” terang Rusdi.

Seluruh rangkaian prosesi pernikahan adat Sunda dan Bangka dibawakan oleh 32 anggota Asosiasi Perias Pengantin Seluruh Indonesia (HARPI Melati), dimeriahkan dengan Tari Topeng dan Tari Merak yang dibawakan oleh Ny. Mayasari Yudiono.

“Sebelumnya diperagakan rias pengantin oleh Ny. Lilis Zakaria langsung di hadapan para tamu dan mengundang decak kagum. Mereka antusias mengikuti prosesi dari awal sampai akhir,” tutur Sekretaris II KBRI Athena Widya Sinedu kepada detikcom hari ini.

Prosesi adat Sunda dimulai dari acara Sungkeman, Saweran, Nincak Endog dan Huap Lingkung menjadi daya tarik luarbiasa. Para tamu juga terkagum-kagum dengan rangkaian upacara pernikahan adat Bangka yang menonjolkan nilai-nilai keagamaan dan sosial.

Kesakralan prosesi pernikahan yang dilakoni dengan penuh penjiwaan oleh anggota HARPI itu membawa para tamu undangan seolah-olah hadir dalam hajatan pernikahan sesungguhnya.

“Keindahan, keunikan gaun pengantin serta perlengkapan adat Sunda dan Bangka membuat para tamu terkesan dan mengagumi keragaman kebudayaan Indonesia,” tambah Widya.

Atmosfir adat Indonesia, lanjut Widya, semakin kental dengan penataan panggung ruang Olympia, yang disulap menjadi pelaminan oleh para staf KBRI Athena. Beragam tanaman dan bunga dipadu dengan dekorasi bernuansa Indonesia seperti payung Bali, aneka kain batik dan tenun ikat, wayang golek, perabotan, poster, lukisan dan ornamen lainnya menambah semarak acara.

Menjelang pintu masuk hall juga ada pembatik yang sengaja didatangkan dari Pekalongan mendemonstrasikan bagaimana cara dan proses membatik sampai menjadi tekstil adibusana dengan berbagai motif.

Ketua HARPI Ny. Endang Sugiarto mengatakan bahwa misi di Athena tersebut dapat menjadi jendela bagi warga masyarakat Yunani dan warga asing lainnya untuk melihat secara langsung kekayaan tradisi dan kebudayaan Indonesia.

Disampaikan pula bahwa HARPI, yang dibentuk sejak 1974, kini meliputi 33 propinsi di Indonesia dan telah melanglang buana antara lain ke Kanada, Jepang, Cina, Korea Selatan, Kairo dan kali ini ke Yunani.

“Saat ini HARPI juga telah berhasil mematenkan 90 jenis gaya rias pengantin sebagai kebudayaan asli Indonesia,” demikian Endang.

Inisiatif menggelar prosesi seremoni pernikahan tradisional Indonesia dari Sunda dan Bangka hasil kerjasama KBRI Athena dan HARPI tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Ketua WIC Athena, Olga Rompas.

“Kesempatan langka ini membuka mata kami mengenai kebudayaan dan tradisi unik Indonesia, yang menjunjung tinggi nilai-nilai ritual keagamaan dan adat,” demikian Rompas.

(es/es)