Tari, Musik, Lagu Indonesia Memukau Warga Yunani

London, 8/6 (ANTARA) – Pertunjukan tari, musik, dan lagu yang dibawakan awak kapal KRI Dewaruci dengan masyarakat Indonesia di Yunani dalam pentas “The Beauty of Indonesian Colours” di teater terbuka, Attiko Alsos, Athena, Yunani, Selasa, tampak memukau sekitar 1. 200 pengunjung.

“Pentas musik itu digelar KBRI Athena bekerja sama dengan Kantor Gubernur Athena dan Piraeus untuk menampilkan tarian dari tujuh provinsi, musik tradisional, serta lagu tradisional Yunani,” ujar juru bicara KBRI Athena Widya Sinedu kepada koresponden ANTARA London, Selasa.

Menurut dia, pentas budaya dimaksud sebagai ajang promosi budaya dan wisata Indonesia dan sekaligus untuk mengawali kegiatan seni dan budaya yang rutin dilakukan dalam menyambut turis asing di teater terbuka “Attiko Alsos” pada setiap musim panas di Yunani.

Sesuai tema yang berkisar warna warni budaya Indonesia, pentas itu pun menampilkan delapan tarian dari tujuh provinsi, pertunjukan musik tradisional, sembilan lagu daerah serta persembahan lagu-lagu tradisional Yunani yang dinamis sehingga membuat pengunjung ikut menggoyangkan kepala dan kaki.

Acara diawali dengan penampilan tari penyambutan selamat datang berupa “Tari Pendet” dan dilanjutkan “Tari Ronggeng Blantek” yang dibawakan oleh komunitas masyarakat Indonesia di Athena secara menawan, lalu disusul penampilan “Tari Perang” dari Papua yang memukau oleh awak KRI Dewaruci.

Unjuk kebolehan KRI Dewaruci terus berlanjut dengan penampilan “Tari Rantak/Silat” dari Sumatera Barat dan “Tari Indang Badindin” dari Aceh yang terkenal dengan gerakan dinamis dan membuat penonton tidak henti-hentinya memberikan apresiasi dengan tepuk tangan tiada henti.

Reog Ponorogo
Penampilan Reog Ponorogo juga sangat menarik pehatian para penonton karena warna dan keunikan pakaian tradisi Jawa Timur dengan topeng Barong besar dan berat yang mengundang decak kagum penonton.
Kemampuan melakukan gerakan akrobatik yang ditampilkan awak Dewaruci membuat penonton kagum.

Penampilan tarian dilanjutkan dengan Tari Tor-tor asal Sumatera Utara yang dibawakan dengan lincah dan berirama yang semakin menunjukkan keragaman budaya Indonesia.

Penataan teater dengan menampilkan barang seni dan kerajinan asli Indonesia diwarnai nuansa warna merah putih seperti patung burung Jetayu, Payung Bali, gamelan, kain tenun, dan batik telah menambah meriah suasana panggung teater.

“Masyarakat pun merasa terhibur ketika diajak ikut berjoget ala Jawa bersama awak Dewaruci yang memainkan kepiawaian dalam memainkan alat musik tradisional Rampak Gendang,” ujar Widya Sinedu.

Berbagai lagu daerah dari Sabang sampai Merauke yang dibawakan secara “medley” oleh Vocal Group Komunitas Indonesia itu membuktikan Indonesia tidak hanya kaya akan tari-tarian tetapi juga memiliki beragam lagu daerah.

Sebagai bentuk interaksi dengan penonton, KBRI secara khusus mengemas pertunjukan lagu Yunani oleh penyanyi asal Indonesia, Mei Koto, yang sering menjuarai berbagai lomba nyanyi di Yunani.
Penonton pun ikut bernyanyi bersama saat lagu yang sedang hits di Yunani yaitu “Dinata-dinata” dan “Opa-opa.”
Sebagai acara puncak, awak kapal menunjukkan kebolehan dalam menampilkan gerakan Tari Poco Poco dan Komando yang dinamis.

Pengunjung pun ikut berjoget bersama sehingga membuat suasana teater yang berkapasitas 1200 tempat duduk menjadi semakin meriah, bahkan yang malu-malu ikut berdiri dan bergerak di tempat duduk.

Di depan undangan, termasuk pejabat setempat, Duta Besar negara asing, tour operators, agen perjalanan, pengusaha dan warga setempat serta masyarakat Indonesia di Athena, Duta Besar RI untuk Athena, Ahmad Rusdi, yang didampingi Ny Anita Rusdi, menyampaikan pertunjukan budaya asli Indonesia itu penuh dengan keragaman.

“Kegiatan itu merupakan salah satu upaya nyata KBRI Athena untuk mempromosikan pariwisata dan mengenalkan Indonesia secara utuh, bukan saja kepada masyarakat Yunani, namun juga kepada wisatawan dari mancanegara yang sedang berkunjung ke Yunani,” katanya.

Selain itu, ia mengharapkan pertunjukan itu dapat menjadi salah satu pendorong bagi peningkatan hubungan kerja sama antar Indonesia dan Yunani di bidang seni dan budaya.

Dubes menilai kedua negara telah memiliki perjanjian Kerja Sama Bidang Pendidikan dan Kebudayaan serta di Bidang Pariwisata yang antara lain ditunjukkan melalui pagelaran kali ini.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Athena dan Piraues, Konstantina Beis, dalam sambutannya menyampaikan kekaguman dan penghargaan atas pertunjukan yang telah ditampilkan.

“Warna-warni budaya Indonesia melalui persembahan tarian dan lagu diyakini dapat meningkatkan minat masyarakat Yunani untuk melancong ke Indonesia, karena itu kerja sama seperti ini dapat terus dilanjutkan untuk meningkatkan hubungan persahabatan antarnegara dan bangsa,” katanya.

Warga masyarakat Indonesia yang telah lama tinggal di Yunani menyampaikan penghargaan atas terselenggaranya pentas tersebut di Athena karena dengan acara semacam ini masyarakat Indonesia dalam perantauan dapat kembali mengenang keindahan dan keragaman seni dan budaya Tanah Air.

Seorang pengunjung Margaroni menyampaikan kesan yang mendalam akan keberhasilan awak kapal KRI Dewaruci sebagai anggota TNI AL yang serba bisa dalam melakukan gerak dan langkah tari-tarian.***4***(H-ZG)